Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

'Produk' Besutan Steve Jobs Sebelum Mundur

Sebelum mundur dari CEO Apple, Steve Jobs sempat membuat 'pesawat luar angkasa'.

 

VIVAnews - Sebelum mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple, ternyata Steve Jobs juga sempat menyodorkan rencana pengembangan markas Apple di kota Cupertino, California, Amerika Serikat.
Rencana pembangunan tersebut bahkan sempat dipresentasikan oleh Steve Jobs di depan Dewan Kota Cupertino, Juni lalu. Namun, masih banyak tahapan perizinan yang harus dilalui, sebelum rencana pembangunan ini disetujui oleh pemerintah kota setempat.
Lingkungan kantor baru Apple itu, nantinya akan dibangun di area seluas 260.128,5 meter persegi. "(Bangunannya) memang sedikit mirip sebuah pesawat luar angkasa yang tengah mendarat," ujar Steve Jobs kepada situs AppleInsider
Bangunan bernama 'Apple Campus 2' itu akan dibangun empat lantai dengan bentuk melingkar, seperti sebuah stadion sepakbola. Ia dirancang untuk dapat menampung sekitar 13 ribu karyawan. Bangunan itu juga akan memiliki sebuah auditorium yang bisa menampung 1.000 orang serta fasilitas riset seluas 27.871 meter persegi.
Seiring pertumbuhan perusahaan yang dipicu peningkatan penjualan iPhone dan iPad, kata Steve, kantor Apple yang lama memang sudah tidak mencukupi lagi. "Apple sampai harus menyewa bangunan di sekeliling kantor pusatnya, dengan radius yang semakin besar, untuk ditempati 2.600 karyawan."
Apple Cupertino Campus 2
Bangunan baru yang direncanakan rampung pada 2015 itu, bahkan diperkirakan tidak cukup lagi menampung seluruh karyawan Apple di wilayah itu, mengingat jumlah karyawan Apple saat ini sudah mencapai 12 ribu karyawan. 
Sementara itu, Walikota Cupertino, Gilbert Wong, hakul yakin bahwa Apple akan mendapat izin dari dewan kota. "Tak mungkin dewan kota tak menyetujui bangunan ini," kata dia. Bahkan, kata Wong, kota-kota tetangga Cupertino pun mendukung rencana ini. 
Apple Campus
Persetujuan permohonan pembangunan dari Apple ini rencananya akan ditentukan oleh dewan kota Cupertino pada musim gugur --sekitar Agustus-November-- tahun depan. 
Menurut analis utama dari Enderlee Group, Rob Enderlee. kepada MacNewsWorld, cara Steve Jobs membangun bangunan ini dalam banyak hal merangkum pendekatannya terhadap produk-produk Apple.
Apple Campus
"Bangunan ini akan lebih lama hidup sebagai peninggalan fisik dari Steve Jobs, ketimbang produk-produk Apple yang setiap tahun mengalami perubahan," kata Enderle. (art)

 

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/244467--produk--besutan-steve-jobs-sebelum-mundur

Steve Jobs Langganan Masuk Daftar Forbes

Steve Jobs masuk daftar orang kaya dunia dan AS serta tokoh berpengaruh di dunia.



VIVAnews - Kemampuan Steve Jobs mengembalikan kejayaan Apple Inc sebagai perusahaan teknologi informasi terdepan di dunia telah membuatnya hidup dengan kekayaan yang besar.
Data kekayaan yang dirilis majalah terkemuka Forbes per September 2011 menunjukkan pendiri Apple Inc itu memiliki kekayaan hingga US$7 miliar atau setara Rp63 triliun (kurs Rp9.000 per dolar AS).
Dari penelusuran VIVAnews.com, Steve Jobs setidaknya masuk dalam tiga kategori dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh Forbes selama 2011.  Berikut ini tiga kategori pemeringkatan Forbes dengan nama Steve Jobs berada di dalamnya.

Forbes 400, The Richest People in America (urutan 39)

Dari peringkat orang kaya yang terakhir dikeluarkan Forbes, nama Steve Jobs masuk dalam daftar The Forbes 400, The Richest People in America. Jobs berada pada posisi ke-39 dengan nilai kekayaan hingga September 2011 ditaksir mencapai US$7 miliar.

Dalam pemeringkatan itu, Forbes setidaknya mewawancarai sebanyak 570 individu yang dinilai memiliki prospek cerah.

Untuk mendukung pemeringkatan lebih akurat, Forbes mewawancarai berbagai sumber seperti pegawai, pesaing, mitra kerja, hingga pengacara. Serta memeriksa sejumlah dokumen dari bursa efek setempat, bahkan catatan pengadilan.  

Guna menghitung kekayaan para hartawan itu, Forbes memperhitungkan aset dilihat dari saham di perusahaan terbuka dan tertutup, properti, karya seni, kapal pesiar, pesawat, vila, perhiasan, koleksi mobil, dan kekayaan lainnya.

The World Billionaire (urutan 110 dunia atau 34 di AS)
Sebelum muncul dalam peringkat Forbes 400, majalah terkemuka di dunia ini juga telah memasukkan nama Steve Jobs dalam daftar orang kaya di dunia. Kali ini, pria berusia 56 tahun tersebut masuk dalam urutan ke-110 dunia dan 34 di antara pengusaha asal Amerika Serikat.

Sama seperti pemeringkatan sebelumnya, daftar orang kaya dunia ini juga menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan hasil wawancara dengan pegawai, pesaing, pengacara, dan analis sekuritas.

Forbes juga mencatat kinerja mereka dengan melihat aksi yang telah mereka lakukan seperti negosiasi bisnis, tanah yang dijual, lukisan yang dibeli, dan lainnya.

Terakhir, Forbes mencatat kekayaan para orang kaya ini dengan menghitung nilai aset termasuk di dalamnya kepemilikan saham, properti, kapal pesiar, karya seni, serta tabungan.

The Most Powerful People on Earth (urutan 17 dunia)
Dalam membuat kategorisasi ini, Forbes membuat penilaian berdasarkan kriteria berupa pengaruh tokoh dari empat dimensi yaitu kenegarawanan (populasi penduduk), agama (jumlah pengikut), chief executive officer/CEO (jumlah pegawai), dan media (jumlah audiens).

Kriteria kedua dilihat dari sumber daya finansial yang signifikan para tokoh.  Forbes juga menilai para tokoh ini berdasarkan kekuatan peran ganda yang dijalankan. Terakhir, kategorisasi dilihat dari efektivitas mereka dalam menjalankan kekuasaannya.

Dalam daftar ini, Steve Jobs berada di posisi 17 tokoh paling berpengaruh di dunia.   

Steve Jobs bergabung bersama tokoh dunia lain seperti Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden China Hu Jintao, Presiden AS Barack Obama, serta Editor in Chief Wikileak Julian Assange, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan pendiri Microsoft Bill Gates. (art)


sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253264-steve-job-langganan-daftar-forbes

Ini Pengumuman Apple Soal Kematian Steve Jobs

"Cinta terbesarnya adalah istrinya, Laurene, dan keluarganya."

 

VIVAnews - Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker pankreas yang dideritanya. Kematian Jobs diumumkan oleh perusahaan Apple pada Rabu malam, 5 Oktober 2011.

Dalam pengumuman tersebut, dilansir dari laman ABC News, Jobs disebut sebagai bapak inovasi Apple yang telah membuat dunia menjadi lebih baik. Betapa tidak, di bawah kepemimpinannya, Apple berhasil menjadi salah satu perusahaan terkemuka dunia dengan sejumlah produk inovatif, seperti iPhone, Macbook, dan kini iPad.

Berikut adalah isi pengumuman tersebut:

"Kami dengan sangat sedih mengumumkan bahwa Steve Jobs telah meninggal dunia hari ini.

Dengan energi, semangat dan kecerdasan yang briliannya, Steve adalah sumber dari berbagai inovasi yang memperkaya hidup kita. Dunia menjadi lebih baik karena Steve.

Cinta terbesarnya adalah istrinya, Laurene, dan keluarganya. Duka cita mendalam kami kepada mereka dan semua orang yang tersentuh dengan hadiah luar biasa yang diberikan Steve."
Jobs mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Korporat Apple pada Agustus lalu setelah mengatakan dia tidak bisa lagi secara rutin mengelola perusahaannya. Jobs dikenal sebagai pengusaha bertangan emas.

Setelah sempat terdepak, Jobs kembali ke Apple pada 1997 dan akhirnya menyelamatkan perusahaan itu dari ancaman kebangkrutan. Sebelum kembali ke Apple, dia juga sukses mendirikan perusahaan sinema kartun, Pixar Studio.

Jobs adalah satu-satunya pemimpin perusahaan di dunia yang digaji sebesar US$1 per bulan. Namun, Pemasukan terbesarnya berasal dari bagi hasil keuntungan perusahaan Apple dan Disney. Jobs memiliki 5,4 miliar saham Apple dan 138 juta saham Disney. Dari keduanya, dia mendapatkan keuntungan sekitar US$578 juta atau sekitar Rp4,9 triliun.



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253087-ini-pengumuman-apple-soal-kematian-steve-jobs

Dibuang, Kembali, Lalu Selamatkan Apple

 Tidak banyak orang yang bisa seperti dia. Sukses di industri teknologi dan film sekaligus.

  

VIVAnews - Ia dibesarkan orangtua angkat. Masa kecilnya tidak bahagia dan ia sempat malas sekolah. Meski begitu, Steve Jobs berhasil mengatasi segala hambatan dan tantangan yang menghampirinya. Kini ia menjadi salah satu orang tersukses di industri TI dan perfilman sekaligus.
Steven Paul Jobs, atau yang lebih dikenal dengan nama Steve Jobs lahir 24 Februari 1955 di San Francisco, California. Namanya populer sebagai pendiri Apple Inc., perusahaan yang memproduksi Macintosh dan iPod. Walau begitu, perjalanan hidup dan karirnya tidaklah mulus. Di Apple ia pernah disingkirkan meski akhirnya ia kembali dan justru malah menyelamatkan perusahaan tersebut.
Steve Jobs dibesarkan oleh orang tua angkat yakni Justin dan Clara Jobs. Ketika kecil, ia mereasa sekolah merupakan kewajiban yang sangat membosankan. Untung di kelas empat Crittenden Middle School, gurunya, Imogene Hill, berhasil mengubah pandangan Steve. Ia membantu Steve dan membuatnya tertarik untuk serius belajar.
Setelah itu, kemampuan belajar Steve melesat. Bahkan sekolah memperbolehkannya meloncati kelas lima dan langsung masuk ke sekolah menengah.
Meski begitu, Crittenden Middle School bukan merupakan sekolah yang nyaman untuk Steve muda. Ia bersikeras kepada orangtuanya untuk memindahkannya ke sekolah lain. Kalau tidak, Steve mengancam untuk berhenti sekolah sama sekali.
Akhirnya luluhlah hati kedua orangtua angkat Steve. Mereka setuju. Tahun 1967, ketika Steve berumur 11 tahun ia masuk ke Cupertino Junior High School di Los Altos.
Kepindahan keluarga Steve Jobs ke Los Altos merupakan awal dari terjunnya Steve ke dunia elektronik. Di kota ini banyak engineer dan perusahaan-perusahaan elektronik yang baru berkembang.
Hal tersebut kemudian menyeret Steve Jobs untuk bersinggungan dengan elektronika. Sebentar saja, elektronika sudah menjadi hobi utamanya. Apalagi setelah ia masuk ke Homestead High tahun berikutnya.
Di Homestead High-lah pertamakali Steve secara resmi belajar elektronika. Di situ juga ia bertemu dengan Bill Fernandez, sesama penggemar elektronik. Bill kemudian memperkenalkan Steve kepada Woz, rekannya yang sangat jenius elektronika.
Woz yang usianya 5 tahun lebih tua dari Steve Jobs ini tidak lain adalah Steve Wozniak. Asal tahu saja, orang inilah yang memiliki peran penting dalam perjalanan karir Steve Jobs nantinya.
Di tahun 1972, Steve lulus dari SMA. Kedua orangtuanya bertanya pada Steve ke mana ia akan kuliah. Dengan hati mantap, Steve memilih Reed College di Portland, Oregon. Seketika itu, Justin dan Clara Jobs terhenyak. Mereka tahu sekolah tersebut adalah sekolah yang bagus. Tetapi Reed College jauh dari rumah dan salah satu sekolah termahal di seantero negeri.
Berhubung tidak mau sekolah di tempat lain, akhirnya kedua orangtua Steve mengizinkannya kuliah di situ. Meski itu berarti mereka harus menghabiskan seluruh tabungan untuk biaya kuliah.
Namun Steve hanya betah satu semester saja kuliah di sana. Alih-alih serius memperdalam fisika dan sastra Inggris yang merupakan jurusan yang ia pilih, ia malah mempelajari mistik dan kebudayaan Timur. Saat itu juga ia memutuskan untuk berhenti kuliah.
Tetapi Steve berbeda dengan anak lainnya yang berhenti kuliah karena tidak serius belajar. Ia tidak mau mengecewakan kedua orangtua angkatnya. Biarpun berhenti, Steve tidak meninggalkan Reed College. Ia tetap masuk ke kelas-kelas yang menurutnya menarik. Contohnya kelas kaligrafi.
Saat itu ia tidak punya uang. Untuk bisa tetap hidup, ia harus mencari pekerjaan. Pada tahun 1974, Steve mendapatkan pekerjaan pertamanya di Atari. Di sana ia hanya diperbolehkan bekerja di shift malam karena badannya bau dan penampilannya tidak terurus.
Steve tidak putus asa. Ia tetap bekerja keras dan menabung untuk mewujudkan cita-citanya. Pergi ke India untuk mencari pencerahan jiwa.
Suatu ketika ia bertemu dengan atasannya Al Alcorn. Steve meminta uang untuk melakukan perjalanan spiritual ke India. Atasannya menyetujui dengan syarat ia harus melakukan sebuah pekerjaan di Jerman. Steve setuju.
Selesai urusan di Jerman, bersama Dan Kottke, sahabatnya sejak di Reed College, Steve berangkat ke India. Tepatnya pada musim panas 1974. Sayangnya, dalam perjalananannya selama sebulan mencari pencerahan jiwa, ia kembali dengan perasaan kecewa. Pulang dari India, Steve kembali bekerja untuk Atari.
Pada saat bersamaan, Steve mendapati bahwa Woz telah berhasil mendesain sebuah komputer yang sangat ringkas. Steve melihat bahwa produk yang dibuat rekannya ini sangat berpotensi untuk dijual.
Dengan tekad bulat, pada 1 April 1976, Steve dan Woz mendirikan Apple Computer. Produk pertamanya Apple 1, buatan Steve Wozniak itu. Nama Apple sendiri digunakan karena Steve sangat doyan dengan buah tersebut.
Steve Jobs dengan Apple
Setahun berikutnya, Apple II diluncurkan dan sukses besar. Apple-pun menjadi perusahaan terpenting di dunia komputer saat itu. Berikutnya, dengan penuh semangat, Steve merancang proyek Lisa. Lisa adalah komputer yang memiliki graphical user interface (GUI), folder, fitur point and click, dan cut and paste. Lisa juga merupakan komputer pertama dengan mouse yang harganya terjangkau.

Tetapi karena perseteruan Steve dangan President Apple yakni Mike Scott, Steve dikeluarkan dari project Lisa dan ditunjuk menjadi Chairman of the Board. Dengan posisi ini Steve berhasil mengharumkan nama Apple di media nasional sesaat sebelum Apple go public pada 12 Desember 1980. Dan ketika Apple go public, saham Steve yang semula bernilai 7,5 juta dolar AS meningkat menjadi 217,5 juta dolar AS. Sontak Steve pun menjadi pemuda kaya raya.
Akan tetapi, ini bukanlah yang diinginkan. Steve ingin selalu terlibat langsung di setiap produk yang dikembangkan Apple. Ia kemudian membentuk tim R&D dan membangun komputer yang disebut Macintosh.

Awalnya, proyek yang dipelopori oleh Jef Raskin tersebut dimaksudkan untuk membuat komputer seharga 300 dolar yang mudah digunakan. Meski menyukai idenya, namun Steve bersikeras untuk membuat Macintosh menjadi versi ekonomis dari Lisa, termasuk seluruh fitur grafis terobosannya.

Ketika IBM meluncurkan PC pada tahun 1981, Apple mulai mendapatkan pesaing ketat. Meski saat itu PC IBM jauh tertinggal dibanding Apple II, namun demikian tetap saja mampu menggerogoti pasar Apple II. Apple lalu merespons dengan meluncurkan produk Apple III dan Lisa, tetapi keduanya gagal. Meskipun Lisa memiliki fasiltas GUI yang revolusioner, namun harganya yang 10 ribu dolar AS terlalu mahal.

Peluncuran Macintosh pada 24 Januari 1984 juga tidak banyak membantu Apple. Produk tersebut hanya diminati oleh kalangan kampus di Amerika Serikat. Ini membuat Steve dicopot dari seluruh posisinya di divisi Mac dan Lisa. Tidak betah dikucilkan dan diberi posisi yang tidak berhubungan dengan desain produk, Steve memilih mengundurkan diri dari Apple.

Menyadari potensi Macintosh yang cukup baik di kalangan kampus, ia membujuk lima orang rekannya untuk keluar dari Apple. Mereka mendirikan NeXT Computer Inc. Pada 12 Oktober 1988, produk pertama mereka yakni NeXT Cube diluncurkan. Sejumlah teknologi inovatif seperti magneto optical drive dan digital signal processor, dan port ethernet (untuk terhubung ke jaringan) sudah disediakan. Tetapi harganya sangat tinggi, yakni di atas 6000 dolar AS. Di atas kemampuan konsumen kampus yang hanya memiliki budget untuk komputer seharga 3000 dolar saja.

Penjualan NeXT Cube sangat lamban. Steve kemudian memperluas targetnya ke luar segmen pendidikan. Ia lalu meluncurkan NeXT Station pada tahun 1990. NeXT Station merupakan perbaikan yang signfikan dibanding Cube, tetapi karena harganya juga yang masih cukup mahal, 5000 dolar AS, produk inipun kurang diterima pasar. Setelah terus merugi, akhirnya NeXT meninggalkan divisi hardwarenya dan berkonsentrasi ke NeXTSTEP, sistem operasi yang berjalan di NeXT.
Sepuluh fakta tentang Steve Jobs
1. Nama lengkapnya adalah Steven Paul Jobs
2. Ia lahir di San Francisco, 24 Februari 1955
3. Steve Jobs dibesarkan oleh orangtua angkat
4. Bill Fernadez yang memperkenalkan Steve Jobs dengan Steve Wozniak
5. Atari adalah perusahaan di mana pertama kali Steve Jobs bekerja
6. Steve Jobs melakukan perjalanan spiritual ke India bersama rekannya Dan Kottke atas biaya Al Alcorn, atasannya di Atari
7. Kobin Chino Otogawa, guru Budha Steve yang meyakinkan Steve untuk menjadi pebisnis dan membuka Apple di tahun 1976
8. Steve mengundurkan diri dari Apple tahun 1988
9. Ia mendirikan NeXT Computer Inc. dan menggaet beberapa rekan di Apple.
10. Desember 1996, Apple membeli Next, Steve kembali ke perusahaan yang ia dirikan.
Pada tahun 1995, Apple Computer berada di titik terendah. Meski bisa terus bertahan dari penjualan Macintosh yang merupakan satu-satunya komputer dengan GUI pada saat itu, Apple mendapat persaingan ketat dari Microsoft.

Microsoft, perusahaan software yang awalnya membuat program untuk Mac telah berkembang menjadi perusahaan besar. Salah satunya karena mereka menjual sistem operasi MS-DOS untuk PC. Bahkan karena terinspirasi oleh Mac OS, Microsoft kemudian mengembangkan tampilan GUI untuk DOS, yakni Windows.

Di tahun 1995, ketika Microsoft memperkenalkan Windows 95, sistem operasi tersebut langsung disambut pasar dengan sangat baik. Akibatnya, pasar Apple terus tergerus dan hanya tinggal 5 persen saja.

CEO Apple saat itu, yakni Gil Amelio berjuang keras untuk dapat menyelamatkan perusahaan. Salah satu rencananya adalah meluncurkan sistem operasi yang mampu bersaing dengan Windows NT. Awalnya ia berniat membeli BeOS. Tetapi batal, akhirnya pada 20 Desember 1996, Apple memilih sistem operasi buatan NeXT Software Inc. dan membeli perusahaan tersebut. Ini merupakan awal kembalinya Steve Jobs ke Apple Computer Inc.

Dua kuartal berikutnya, Apple terus merugi. Gil Amelio pun digeser dan digantikan Steve Jobs, meski hanya sementara. Langkah pertama Steve adalah membersihkan Board of Directors. Termasuk beberapa orang yang sempat “menyingkirkannya”. Ini ia lakukan semata-mata demi menyelamatkan perusahaan.

Steve juga membatalkan sejumlah proyek dan memangkas anggaran semaksimal mungkin. Pada 6 Agustus 1997 bahkan ia mengambil langkah radikal. Ia bekerjasama dengan Bill Gates. Padahal saat itu Apple dan Microsoft merupakan musuh bebuyutan. Bill menanam investasi sebesar 150 juta dolar AS di Apple dan berjanji untuk terus merilis versi Office untuk Mac. Sebagai gantinya, Apple membuat Internet Explorer menjadi browser default di Mac.

Akhirnya, pada awal tahun 1998, Steve menggelar pengumuman. Setelah beberapa tahun dilanda kerugian, Apple berhasil meraih keuntungan. Selamatlah Apple dari jurang kebangkrutan. Steve pun menjadi pahlawan di perusahaan yang ia dirikan.

Pada 6 Mei tahun yang sama, Apple merilis iMac. Ternyata itu menjadi komputer all in one elegan yang sangat sukeses. Kepemimpinan Steve Jobs yang terbukti mampu membawa Apple menjadi jauh lebih baik membuatnya diangkat kembali menjadi CEO Apple permanen. Tepatnya pada 5 Januari 2000.

Sekitar setahun kemudian, Apple menghadirkan produk yang sangat fenomenal yakni meluncurkan sistem operasi Mac OS X 10.0 yang berbasis NeXTSTEP dan UNIX. Tanggal 23 Oktober tahun yang sama, Apple meluncurkan iPod. Di bawah Steve Jobs, Apple kini kembali berkibar dengan produk-produk mereka yang selalu memiliki desain yang elegan dan inovatif.
Di balik segala sukses yang diraih Steve, ada satu orang yang cukup berpengaruh di sana. Kobin Chino Otogowa, guru Steve, seorang biksu Budha yang ia kenal di awal 1970-an. Pendeta inilah yang meyakinkan Steve untuk memilih mendirikan Apple dan tidak menjadi biarawan.
Kobin Chino Otogawa pulalah yang menjadi penghulu ketika Steve menikah dengan Laurene Powell, lulusan pascasarjana Stanford di tahun 1991. Laurene tetap setia menemani Steve di masa-masa sulit sampai kembali ke kejayaannya. Pasangan tersebut tinggal di Palo Alto beserta ketiga anak mereka.

***
Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya.

Kematian Jobs diumumkan Apple dalam pengumuman Rabu malam.

Ikon Lembah Silikon ini dikenang atas jasanya menghibur dunia dengan iPod dan iPhone. Agustus lalu, dia baru saja menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook.

Jobs yang telah lama bergulat dengan Kanker Pankreas merupakan nyawa dan ruh bagi perusahaan yang menandingi Exxon Mobil sebagai perusahaan paling berharga di Amerika Serikat. (adi)



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253092-dibuang--kembali--lalu-selamatkan-apple

10 Cara Steve Jobs Mengubah Dunia

Jobs meninggal dengan mewariskan sejumlah inovasi, yang ada di sejumlah produk Apple.

Steve Jobs

 

VIVAnews - Steve Jobs meninggal di usia 56 tahun, setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker pangkreas. Penyakit ini juga yang menjadikan Steve Jobs mundur sebagai CEO Apple Inc, perusahaan yang didirikan dari garasi rumahnya.

Jobs meninggal dengan mewariskan sejumlah inovasi, yang ada di sejumlah produk Apple. Melalui produk Apple pula, seperti dikutip dari Fortune, inilah 10 cara Steve Jobs mengubah dunia:

Desain:


Bagi Jobs, bagaimana suatu produk terlihat, memberi kesan, dan direspon publik, lebih penting ketimbang spesifikasi teknis. Karena itu jika banyak produsen PC mengejar kecepatan prosesor, Jobs lebih memilih cara cerdas lain: desain minimalis.

Salah seorang mantan pegawai Apple kemudian mengenang Jobs yang sangat peduli desain. Dalam sebuah rapat, terinspirasi dari mobil Mini Cooper, Jobs menyadari pentingnya desain yang minimalis.

"Dia akhirnya memutuskan (Mini Cooper) itu keren karena kecil. Steve mengatakan saat itu dia tahu Apple harus memiliki kualitas metal yang baik. Sebagian besar produsen komputer saat itu menggunakan plastik, tapi dia tahu bahwa semakin kecil suatu produk membutuhkan metal yang sangat, sangat baik."

Musik:

Milenium baru memungkinkan cara baru delivery di bidang musik. Ini pula yang menyebabkan konten musik mudah diunduh secara ilegal, salah satunya dengan menggunakan Napster.

Apple kemudian meluncurkan iTunes di 2003. Jasa penyedia konten digital berbayar juga menyebabkan musik dijual secara digital. Apple kemudian meluncurkan pemutar musik iPod. Sinerginya dengan iTunes menjadikan iTunes menjadi retail musik online terbesar, dengan 200 juta pengguna yang telah mengunduh lebih dari 15 miliar lagu.

PC
:

Bersama Steve Wozniak, Steve Jobs mendirikan Apple dan membuat Apple II. Ini merupakan ide sangat awal dari personal computer (PC). Apple pun kemudian memproduksi secara massal komputer 8 bit, dan menjadi benda paling populer di era '80-an.

PC merevolusi cara orang bekerja. Namun, produk Macintosh produksi Apple kemudian kalah pamor, setelah Microsoft membuat terobosan dengan Windows-nya. Walau, Steve Jobs berhasil merebut kembali dominasi dari tangan Microsoft, dengan iMac-nya di awal abad 21.

Era Post-PC:
Jobs terbukti seorang visioner. Tak hanya merevolusi komputer dengan PC, Jobs bahkan kembali melakukan revolusi dengan menghadirkan era post-PC. Dengan komputer tablet iPad, JObs menghadirkan komputer secara portabel.

Iklan:
Apple membuat terobosan hebat dengan membuat iklan komersial Macintosh pada tahun 1984. Dalam iklan yang disutradarai Ridley Scott itu, Apple menggambarkan tahun 1984 seperti novel George Orwell, "1984".

Kemudian, seorang atlet perempuan sambil berlari membawa palu besar, melemparkan palu itu ke layar, yang merupakan gambaran dari Big Brother, di novel "1984".

Kalimat cerdas pun ditampilkan iklan Macintosh itu: "Pada 24 Januari, Apple Computer akan memperkenalkan Macintosh. Dan Anda akan lihat, mengapa tahun 1984 tidak akan seperti (novel) '1984'," demikian kalimat yang muncul di akhir iklan Macintosh pertama itu.

iPhone:


Apple memperkenalkan iPhone pada tahun 2007. iPhone diperkenalkan sebagai perintis revolusi smartphone, dengan desain minimalis, layar sentuh yang sangat responsif, dan sistem operasi canggih. Apple pun terus mengembangkan iPhone, hingga seri terbaru iPhone 4S, yang diperkenalkan sehari sebelum kematian Steve Jobs.
Ekosistem:

Konsep "ekosistem" mungkin menjadi kontribusi terakhir Steve Jobs untuk bisnis dunia. Idenya sederhana, menciptakan dunia tertutup yang mengintegrasi hardware, software, dan jasa layanan, untuk kepentingan konsumen.

Adapun ekosistem Apple adalah iTunes dan AppStore, tempat pengguna iPhone, iPod, atau iPad bisa membeli berbagai macam konten.  Ekosistem ini kemudian diadaptasi sejumlah pesaing Apple. Salah satunya adalah Android, dengan Android Market.

Sistem Operasi Mac:


Apple menghadirkan sistem operasinya dengan niat lebih sederhana dari kompetitornya, seperti MS-DOS, Linux, terutama Windows. Tapi, fans Windows sering mengeluhkan kurangnya opsi kustomisasi di Mac.

Apple Stores:


Saat dibuka di Tyson's Corner, Virginia, AS, 10 tahun silam, Apple Stores ditanggapi dengan sejumlah skeptisme. Tapi kemudian, Apple Stores berkembang hingga membuka 345 cabang. Kesuksesan ini berkat penataan toko yang memperkirakan lokasi terjadinya interaksi, baik itu pelanggan dengan pelanggan, juga pelanggan dengan display.

Apple Inc:

Kontribusi terbesar Jobs bukanlah iPhone, iPad, atau iPod, melainkan Apple. Sejak kembali tahun 1997, Jobs membangun ulang perusahaan yang didirikan dari garasi rumahnya ini. (eh)

 

 

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253303-10-cara-steve-jobs-mengubah-dunia

Seleb Dunia Berduka Atas Wafatnya Steve Jobs

Para selebritas mengucapkan belasungkawa melalui akun twitter. 

 

VIVAnews - Pendiri Apple Inc, Steve Jobs meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple tersebut meninggal pada 5 Oktober 2011. Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit kanker pankreas.

Kepergian Steve Jobs untuk selamanya itu meninggalkan duka yang mendalam tak hanya bagi keluarganya juga bagi publik dunia. Termasuk para selebritas Hollywood. Sejumlah seleb dunia mengucapkan belasungkawa mereka melalui akun twitter pribadinya.

Ashton Kutcher yang sedang digoyang isu perselingkuhan, ikut berduka atas kematian pria berkacamata tersebut. "Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works. - Steve Jobs RIP," tulis Kutcher di twitter seperti dikutip dari Ontheredcarpet, Kamis, 6 Oktober 2011.

Aktris cantik, Charlize Theron juga tak mau ketinggalan,"RIP Steve Jobs, a true visionary," ungkap Theron di twitter.

Aktris Alyssa Milano juga turut menyampaikan ucapan belasungkawa melalui situs jejaring sosial. "Rest in peace, Steve Jobs. You were always a big part of my world with your special inventions. Thank you for your brain," ucap Alyssa.

"Steve lived the California Dream every day of his life and he changed the world and inspired all of us. #ThankYouSteve" tulis Arnold Schwarzenegger saat mendengar kabar meninggalnya Steve Jobs.

Perasaan duka dan kehilangan juga dirasakan aktris dan penyanyi Mandy Moore. "RIP Steve Jobs. Thank you for your innovation and genius. My heart goes out to his family and loved ones....," ungkap Mandy.

Jobs dikenal sebagai pengusaha bertangan emas. Menurut stasiun berita CNN, Jobs mendirikan Apple pada saat dia baru berusia 21 tahun bersama dengan Steve Wozniak dan Mike Markulla. Bermula dari suatu garasi di Silicon Valley, mereka merintis usaha Apple dengan merakit sejumlah produk komputer desktop Macintosh.

Namun pada 1985, Jobs tersingkir dari Apple setelah tidak bisa mempertahankan posisinya di dewan direksi. Dia lalu mendirikan perusahaan sendiri, NeXt.

Jobs akhirnya kembali ke Apple pada 1997 dan menyelamatkan perusahaan itu dari ancaman kebangkrutan. (umi)



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253234-seleb-dunia-berduka-atas-wafatnya-steve-jobs

Lima Aktor Paling Pantas Perankan Steve Jobs

Kisah hidup pendiri Apple salah satu yang paling luar biasa dan paling sukses di AS.

Steve Jobs dan lima aktor calon pemeran dirinya

 

VIVAnews - Steve Jobs, pendiri Apple Inc, tutup usia setelah bertarung melawan kanker pankreas selama delapan tahun. Kisah hidupnya menjadi salah satu kisah luar biasa dan paling sukses di Amerika.

Sempat mencicip bangku kuliah selama enam bulan, dia lalu putar haluan mendirikan perusahaan Apple pada usia 20. Dia dipecat dari perusahaannya sendiri, lalu menjadi salah satu pendiri Pixar. Jobs kembali memimpin Apple hingga mengubahnya menjadi perusahaan teknologi revolusioner.


Kisah hidupnya layak didokumentasikan pada film. Hollywood sangat menyukai kisah sukses termasuk kisah hidup Steve Jobs. Jika kisah hidupnya dijadikan sebuah film, siapakah aktor yang layak memerankan tokoh Steve Jobs?
Hollyscoop menyebut lima aktor berikut:

1. Ralph Fiennes
 Dalam hal penampilan, Ralph terlihat mirip dengan sosok penemu Apple tersebut. Aktor kelahiran Inggris tersebut sempat memainkan The Reader, The Hurt Locker, The English Patient, The Constant Gardner and Schindler's List, dan menjadi Lord Voldemort dalam 7 seri Harry Potter. Tanpa topeng Lord Voldemort, wajahnya mengisyaratkan kehalusan, cerdas, dan berbakat.

2. Ryan Gosling
Ryan Gosling
Ryan Gosling memang jauh lebih muda dibanding Steve Jobs. Namun, Gosling akan sangat sempurna dalam memerankan Jobs muda. Apalagi, akting Gosling sangat diperhitungkan dalam beberapa film yang dimainkannya.

3. Ed Norton
Ed Norton juga akan terlihat sempurna memainkan karakter Steve Jobs. Norton memiliki mata yang memancarkan kecerdasan sama seperti mata pria yang meninggal pada usia 56 tahun itu.

4. Tom Hanks
Tom Hanks
Tak dapat dipungkiri, Tom Hanks salah satu aktor yang memiliki kemampuan untuk memainkan karakter apa pun. Dia mampu memainkan karakter mulai dari suara boneka koboi animasi Pixar hingga memerankan pria yang terdampar di sebuah pulau hanya ditemani bola voli. Dengan menumbuhkan rambut di wajah, ia dapat memainkan karakter Steve jobs dengan sempurna.

5. Jason Bateman
Aktor ini memiliki pesona yang menampilkan kecerdikan dan kepintaran. Memang, ia lebih sering memainkan film-film komedi. Namun, tampaknya, ia pantas mendapatkan kesempatan dari Hollywood karena siapa pun yang pernah menonton aksinya sebagai Michael Bluth pada "Arrested Development" akan mengetahui bahwa ia dapat berperan sebagai pemimpin yang ditakuti dalam keluarga Bluth selama bertahun-tahun. (art)

 

 

sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/253150-lima-aktor-paling-pantas-perankan-steve-jobs

Ceramah Kematian Steve Jobs

"Stay hungry, stay foolish," ucap Jobs, menutup ceramahnya di Universitas Stanford.

Steve Jobs berceramah di Universitas Stanford

 

VIVAnews - Pendiri Apple, almarhum Steve Jobs, tidak hanya meninggalkan sejumlah inovasi teknologi. Warisan paling berharga yang ditinggalkannya bukanlah iPod, iPhone, atau iPad, melainkan inspirasi.

Salah satu inspirasi terbesar yang diwariskan Jobs adalah ceramahnya di depan wisudawan Universitas Stanford, AS, Juni 2005 silam. Mungkin, ini bisa dianggap ceramah paling inspiratif di awal abad 21, terutama untuk generasi muda.

Menghubungkan titik
Jobs membagi pidatonya di Stanford ke dalam tiga bagian. Pertama, dia memulai ceramah dengan berkisah tentang masa lalunya--salah satunya tentang perjuangan dia selama masa kuliah.

Saat memutuskan kuliah di Reed College, yang disebut dia semahal Stanford, Jobs merasa kuliah tidak memberikan gambaran akan masa depan hidupnya. Apalagi, orang tua angkatnya harus membanting tulang untuk membiayai kuliahnya itu. Karena itu, dia memutuskan berhenti kuliah.

"Cukup menyeramkan saat itu. Tapi, itu merupakan salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat," kata Jobs, yang secara sadar mengungkapkan itu di lingkungan akademisi.

Jobs kemudian bercerita betapa dia sampai harus tidur di lantai kamar teman-temannya untuk bertahan hidup. Bahkan, untuk makan enak pun, dia harus berjalan hingga lebih dari 11 km ke Kuil Hare Krishna.

"Saya mencintai masa itu dan atas apa yang pernah saya geluti dengan mengikuti rasa penasaran dan intuisi saya yang tak ternilai di masa depan," ujarnya.
Jobs mencontohkan, salah satunya adalah dengan tetap mengikuti sejumlah kelas di kampus yang telah ditinggalkannya. Salah satunya adalah kelas kaligrafi.

Kehidupan yang dijalaninya itu menuai hasil di masa depan. Menurut dia, titik yang ada di masa lalu, kelak akan terhubung dengan titik di masa depan.

"Jadi, kalian harus percata bahwa titik-titik itu kelak akan terhubung. Kalian harus percaya akan sesuatu--keberanian, takdir, kehidupan, karma, atau apapun itu."

Cinta dan kehilangan
Kedua, Steve Jobs berceramah tentang cinta dan kehilangan. Dia menyatakan sangat mencintai apa yang sedang dan telah dia kerjakan. Salah satunya adalah Apple, perusahaan yang didirikannya bersama Steve Wozniak dari garasi rumahnya.

Jobs mengakui salah satu kehilangan terbesar dalam hidupnya adalah ketika dia dipecat dari Apple, perusahaan yang dia dirikan sendiri. "Bagaimana mungkin kita dipecat dari perusahaan yang kita dirikan?" Jobs bertanya.

Meski begitu, Jobs terus menekuni pekerjaannya. Dia tetap bertahan di Silicon Valley dan kemudian mendirikan NeXT dan studio animasi Pixar. Saat Apple membeli NeXT, saat itu pula Steve Jobs kembali ke Apple.     

"Saya dibuang, tapi saya tetap jatuh cinta. Karena itu saya memutuskan untuk memulai lagi dari awal. Saya tidak melihatnya saat itu, tapi dipecat Apple merupakan hal terbaik yang pernah saya alami," ucapnya. "Sulitnya menanggung sukses digantikan dengan menjadi pemula. Ini membebaskan saya untuk memasuki periode paling kreatif dalam kehidupan saya."

Tetaplah lapar, tetaplah bodoh
Ketiga, Jobs berkisah tentang kematian. Bagian ini boleh jadi merupakan hal paling personal dan reflektif yang pernah diungkapkan Jobs di hadapan publik.

Jobs mengatakan belakangan ini dia menganggap kematian semakin dekat. "Saya setiap hari bercermin dan bertanya kepada diri sendiri, 'Bila hari ini adalah yang terakhir bagi hidup saya, apakah saya ingin melakukan apa yang saya lakukan hari ini?' Dan bila hampir setiap hari menjawab 'tidak', berarti saya tahu saya harus mengubah sesuatu," katanya.

Di bagian ini pula, Jobs mengucapkan kalimat inspiratif yang kelak akan selalu dikenang. "Waktu kalian sangat tebatas. Jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain," kata Jobs. "Jangan terjebak dengan dogma--yang dijalankan berdasarkan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan kebisingan opini orang lain menenggelamkan suara hati kalian."

Terakhir, Jobs mengutip satu kalimat dari "The Whole Earth Catalog", yang dianggapnya sebagai "salah satu kitab suci dari generasi saya". Di terbitan terakhirnya, publikasi itu memasang foto pedesaan di pagi hari bertuliskan: "stay hungry, stay foolish".

"Saya selalu berharap bisa menerapkan itu untuk diri saya. Dan sekarang, saat kalian wisuda untuk memulai kehidupan baru, saya juga berharap hal yang sama: tetaplah lapar, tetaplah bodoh," Jobs menutup ceramahnya.
Transkrip lengkap ceramah Steve Jobs bisa Anda baca di tautan ini. Videonya bisa diputar pada player di samping tulisan ini. (kd)

 

 

sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/253161-video--ceramah-paling-inspiratif-steve-jobs

Mercy Tanpa Plat Steve Jobs Juara Tilang

Steve lebih memilih ditilang ketimbang harus memasang plat nomor mobilnya. 

 

VIVAnews - Mendiang pendiri Apple, Steve Jobs ternyata memiliki kebiasaan unik dan nyeleneh saat berkendara. Mulai dari mobil Mercedes-Benz SL55 AMG miliknya yang tidak menggunakan plat nomor baik di depan maupun di belakang.

Sampai memarkir mobil sembarangan di manapun ia suka, termasuk di parkiran mobil yang dikhususkan bagi penyandang cacat.

Seperti dilansir gizmodo.com, Kamis 6 Oktober 2011, pria yang mengidap kanker pankreas ini, selalu menggunakan mobil Mercy tahun 2007 untuk berpergian dalam jarak yang dekat. Mercy Steve Jobs memang hanya memiliki nomor barcode yang terpampang di plat nomornya.

Mobil tersebut tercatat beberapa kali kena tilang. Beberapa pelanggaran yang dilakukan Jobs seperti mengebut dua kali di Santa Clara Country dan pelanggaran lalu lintas biasa.

Meski sudah berkali-kali kena tilang polisi di California, Jobs tetap tidak memasang plat nomor tersebut. Alasannya, jika memasang plat nomor, akan menjadi incaran banyak orang dan akhirnya dicuri.

Menurut Jobs, daripada harus membeli dan memasang plat nomor terus menerus maka Jobs tetap membiarkan Mercy SL55 AMG miliknya terpampang tanpa plat nomor.

Selain memiliki mobil tanpa plat nomor, Steve juga memiliki kebiasaan lain yang tidak kalah nyeleneh saat mengemudi. Ia sering parkir sembarangan di manapun ia suka, mobilnya selalu terparkir dalam posisi yang aneh dan tidak sesuai dengan layaknya orang melakukan parkir.

Bahkan, Jobs suka memarkir mobilnya di kawasan parkir Apple, yang dikhususkan bagi mobil peyandang cacat. Hal itu dilakukannya, lantaran parkiran itu dekat dengan pintu masuk kantornya.(umi)



sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/253203-mercy-tanpa-plat-steve-jobs-juaranya-ditilang

Steve Jobs Wafat

Setelah bertahun-tahun bergulat dengan kanker yang diidapnya, Steve Jobs akhirnya kalah.

 

VIVAnews - Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya.

Kematian Jobs diumumkan Apple dalam pengumuman Rabu malam.

Ikon Lembah Silikon ini dikenang atas jasanya menghibur dunia dengan iPod dan iPhone. Agustus lalu, dia baru saja menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook.

Jobs yang telah lama bergulat dengan Kanker Pankreas merupakan nyawa dan ruh bagi perusahaan yang menandingi Exxon Mobil sebagai perusahaan paling berharga di Amerika Serikat.
 

 

sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/253081-steve-jobs-wafat

Jobs Wafat, Saham Apple Akan Terus Berkibar

Warisan Jobs berupa etos kerja menjadi peninggalan tak ternilai bagi Apple.

 

VIVAnews - Kalangan pelaku pasar modal di Amerika Serikat optimistis meninggalnya pendiri Apple Inc, Steve Jobs, tidak akan terlalu berpengaruh besar pada pergerakan harga saham Apple di Bursa Efek New York. Bahkan, saham Apple akan terus bergerak dengan tren naik.

Kendati demikian, para analis sangat yakin, kalangan investor harus memberikan penghargaan tertinggi kepada Steve Jobs yang sudah membangun budaya kerja di perusahaan teknologi informasi tersebut.

"Kami yakin etos yang dilahirkan Jobs, visi dan etika kerjanya, akan selamanya menuntut Apple," ujar Piper Jaffray Gene Munster salah seorang analis berpengaruh di pasar modal AS dalam riset hariannya seperti dikutip VIVAnews.com dari laman Forbes, Kamis, 6 Oktober 2011.

Munster menilai Jobs tidak hanya menghasilkan produk-produk terbaru seperti Mac, iPhone, iPad, dan iPod, tapi juga telah membangun kerajaan bisnis Apple.

"Di bawah kepemimpinannya selama 35 tahun sebagai CEO (chief executive officer) Apple, Jobs tak hanya menginspirasi produk-produk Apple yang hadir dengan teknologi baru dan mengubah gaya hidup masyarakat, tetapi juga membuat ahli teknologi melakukan hal yang sama dengannya," ujar dia.

Munster mengatakan, Jobs telah menyelesaikan pekerjaan terbaiknya dengan membangun Apple. Untuk itu, dirinya yakin segala inovasi yang dibuatnya akan membimbing Apple untuk menciptakan masa depan.

Dia juga optismistis Apple di bawah kepemimpinan Tim Cook akan terus berkembang. Pengganti Jobs ini dianggap sebagai sosok yang paling ideal untuk menahkodai Apple.

"Cook memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis Apple. Dengan kombinasi kerendahan hati dan motivasi yang tak terpuaskan membuat Cook menjadi pengganti unik Jobs sebagai CEO," katanya.
Pada perdagangan kemarin, Rabu 5 Oktober 2011, saham Apple masih ditutup menguat 1,54 persen ke level US$378,25 per saham.
Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya. (art)

 

 

sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/253197-jobs-wafat--saham-apple-tetap-berkibar